LOTS – Mengenal Karya Alit Ambara

Mengenal Karya Alit Ambara, Tamu Rumah Sanur LOTS Januari

Propagandis, begitulah karya-karya Alit Ambara yang mendedikasikan profesinya untuk berpihak kepada mayoritas melawan kezaliman, masalah sosial dan politik yang mendera bangsa ini. Silakan dilihat website http://posteraksi.org/ dan juga http://nobodycorp.org untuk karya-karyanya dan silakan memproduksi atau mengunduhnya untuk tujuan kebaikan.

Jumat, 8 Januari 2016 jam 5 sore
LOTS – Alit Ambara: Dari Logika menjadi Kerja.
Seniman asal Bali ini merupakan seorang desainer poster yang memfokuskan karyanya sebagai pesan yang mengandung perlawanan dan pergerakan. Beberapa posternya merepresentasi kejadian yang merugikan publik dan asas ketidakadilan. Di Rumah Sanur ia akan berbagi hal yang melatari sepak terjangnya ini dengan kasual berikut menggelar beberapa poster yang dirancangnya.
Alit Ambara lahir di Singaraja, Bali pada 1971. Setelah lulus dari Jurusan Seni Patung Institut Kesenian Jakarta pada 1993, dia mendirikan studio desain grafis bernama Nobodycorp Internationale Unlimited. Pada 1996 dia mengambil pendidikkan Sejarah Seni Rupa di Savannah College of Art and Design, Georgia, USA.
Sejak 1998 Alit Ambara menapakkan jejaknya sebagai desainer sekaligus pekerja hak asasi manusia. Di antaranya menjadi pengarah seni untuk majalah alternatif di bidang sosial-budaya Jurnal Media Kerja Budaya. Tahun 2000 Alit terlibat dalam Fortilos, kelompok solidaritas untuk Timor Timur yang kemudian bernama Timor Leste.
Sejumlah sumber menyebutkan, di bidangnya sejauh ini Alit Ambara diperkirakan merupakan sosok desainer poster sosial paling produktif di negeri ini. Setidaknya sejak 1993 Alit telah merancang lebih dari 1000 poster yang seluruhnya ditampilkan di website Nobodycorp Internationale Unlimited dan Posteraksi.

Sesuai rencana, Alit Ambara mengupas tuntas perjalanannya bergulat dengan empati terhadap kesewenang-wenangan dan penindasan yang diekspresikan dalam poster-poster progresif yang menjadi pemicu sebuah gerakan.

Seperti salah satu posternya untuk Bali Tolak Reklamasi yang diciptakan 3 tahun lalu dan begitu lekat mengikat gerakan moral dan aksi melawan reklamasi Teluk Benoa.

Diskusi yang dipandu Roberto Hutabarat berlangsung hangat dan kasual menggali aspek-aspek yang berhubungan dengan logika yang dipakai oleh Alit Ambara dalam mendedikasikan pemikiran dan keahliannya dalam ekspresi dan medium poster.