LOTS – Musik Bali Lalu, Kini, dan Nanti

Berdiskusi seputar skena musik independent di Bali bersama Dr. Rebekah Moore dengan dimoderatori oleh Rudolf Dethu yang mewakili Rumah Sanur.

Ajang bincang-bincang ini menyedot banyak pengunjung untuk datang. Selain memang temanya menarik juga barangkali karena tokoh-tokoh skena indie di Bali banyak sekali yang hadir, membuat acara ini istimewa.

Keberadaan Rebekah di Pulau Dewata—utamanya dalam konteks musik lokal—sepuluh tahun lalu menjadi signifikan sebab ia memfokuskan penelitiannya pada skena indie pasca Reformasi, masa penting tumbuhkembangnya skena ini. Ia mewawancara sosok-sosok penggerak skena lalu mendokumentasikannya lewat tulisan dan menjadikannya tesis guna meraih gelar PhD-nya. Pun ia mengumpulkan apa-apa yang ia alami selama penelitian tersebut. Foto-foto meriahnya konser yang didatanginya, orang-orang yang diwawancarainya, dsb. Jangan tanya Rebekah soal Navicula. Ia dulu sempat tinggal serumah dengan pasangan Robi dan Lakota serta hadir di lebih dari 200 konser Navicula.

Setelah beberapa tahun tinggal di Bali dan sempat pulang kampung sebentar ke Florida, Amerika Serikat, ia kembali ke Indonesia lalu bekerja di Jakarta pada 2013. Setelah bekerja di AtAmerica beberapa lama mengurusi penyelenggaraan acara-acara budaya, sejak setahunan lalu Rebekah kembali ke AS dan beringsut masuk ke dunia akademis, dunia asalnya. Kini ia mengajar di sebuah Universitas di Boston.

Sejak beberapa hari silam Rebekah berada di Bali untuk berlibur sambil bekerja. Ia menggagas pertemuan dengan tokoh-tokoh skena Bali, kawan-kawan yang dulu sempat diwawancaranya. Kawan-kawan yang di hari ini sebagian di antaranya telah menjadi figur vital di belantika musik Indonesia, skala lebih besar, telah menasional. Mereka diajaknya ngobrol-ngobrol untuk mengetahui bagaimana, sejauh mana progresi musik Bali.

Malam nan menyenangkan!