LOTS – Musik dalam Pemajuan Kebudayaan

Tadi malam Jumat di Rumah Sanur berlangsung diskusi ultra seru bertajuk “Musik dalam Pemajuan Kebudayaan”. Hadir sebagai nara sumber Alex Sihar (Koalisi Seni Indonesia), I Gede Robi (biduan Navicula, aktivis keadilan sosial), Marlowe Bandem (budayawan, DJ), serta sosialita Yoke Darmawan sebagai moderator.

Bincang-bincang ini duhai membuka cakrawala pengetahuan−khususnya hukum−sebab isi dari Undang Undang Pemajuan Kebudayaan amatlah progresif. Rakyat yang menjadi pengendali dan pemerintah menuruti perintah. Penggerak kebudayaan adalah masyarakat sementara para opsir negara mesti memfasilitasi.

Yang diributkan bukan lagi perkara definisi kebudayaan. Tapi yang fokus diurus adalah ekosistem kebudayaan. Semisal agar keberadaan wayang terus sinambung pemerintah, salah satu tugasnya, mesti memastikan bahwa pasokan kerbau atau sapi (bahan dasar wayang) selalu aman dan harganya terjangkau. Sebab jika pasokan merosot maka dalam jangka panjang bakal mempengaruhi produksi wayang. Jika membuat wayang saja susah maka otomatis di kemudian hari kian sedikit orang menghasilkan wayang. Kalau ini terus dibiarkan niscaya wayang lama-lama bakal punah.

Memang tidak sederhana. Kerja besar. Namun paling tidak undang-undang ini pro-rakyat, dan kerangka tugasnya jelas, siapa bertanggungjawab terhadap apa. Apabila pemerintah tidak becus berarti pemerintah telah melanggar undang-undang.

Acara ngobrol kemudian ditutup oleh penampilan I Gede Robi yang selalu bersemangat dan menyenangkan.’ via Rudolf Dethu

Photos @dodcah